Sabtu, 26 Januari 2013

Amarah dan Cinta

Dua kata ini memang sangat berbeda dalam hal arti atau makna. Akan tetapi bisa menjadi hal yang membingungkan jika kedua kata itu kalian rasakan dalam dalam satu hati.


Pada dasarnya amarah lebih ke hal negatif dan cinta lebih ke hal positif. Apakah selalu begitu? Hmm... Bisa sajaaa... Dan yang paling membedakannya adalah resiko atau kejadian apa yang akan terjadi setelah amarah atau cinta itu di keluarkan..

Tak masalah bila rasa cinta yang akan kau keluarkan. Maka yang timbul setelahnya adalah kenangan yang manis, yang akan selalu membuatmu tersenyum dan merasa sangat bahagia. Akan tetapi jika, amarah yang kau pilih untuk kau luapkan, maka yang akan muncul setelahnya adalah luka yang membekas. Yang tak tahu kapan akan sembuhnya. Untuk itu, BIJAKlah pada AMARAHMU..

Hampir 4 tahun mengenalmu, dengan 2 tahun selalu bersama walaupun sempat terpisah 1 tahun, yang dapat dipastikan tak selalu manis dan indah, akan tetapi dengan perbedaan itu semua hal dapat kita lalui bersama. Tentunya dengan perjuangann yang sangat keras..

Dan kali ini, aku mulai dapat mengambil suatu pelajaran dari hubungan ini. Kita memang berbeda, terutama dalam hal berekspresi..

Kamis, 05 April 2012

Keindahan Air Terjun Madakaripura-Probolinggo Jawa Timur

selamat siang dan harus tetap smangat walaupun suasana siang ini super duper sangat amat panas bangettt..(alay banget yaa..hehehe)..sebelumnya selamat bergabung buat yang membaca tulisan ku yang mungkin agak nggak bener.karena ini yang pertama buat aku..--->nulis di blog..

Langsung aja ya..kali ini aku akan coba bercerita tentang pengalaman jalan-jalanku atau travelling ke air terjun Madakaripura di daerah Probolinggo. Wisata air terjun ini sangat terkenal dan menjadi salah satu tempat objek liburan bagi pecinta wisata air terjun. Hal tersebut didukung oleh suasana eksotik dari air terjun Madakaripura. Lokasi wisata ini berada di sebuah desa yang lumayan jauh dari jalan raya. Akan tetapi jalan menuju ke air terjun Madakaripura tidak makadam alias jalan beraspal.

Jika berangkat dari jalur Surabaya, maka kita akan menjumpai rumah makan rawon nguling yang sangat rame oleh pengunjung, beberapa meter dari rumah makan tersebut ada rumah makan Pak Sholeh. Depan rumah makan tsb, ada gang yang ditengahnya terdapat tugu. Disitulah awal perjalanan menuju ke air terjun Madakaripura. Kuikuti saja jalan beraspal. Sesekali aku bertanya kepada warga jalan menuju ke wisata itu karena disepanjang perjalanan minim papan informasi untuk ke objek wisata air terjun Madakaripura. Hampir 1km sudah kulalui perjalanan ini, tapi tidak ada tanda-tanda sebuah objek wisata air terjun. Sepanjang perjalanan ku lihat hutan yang amat sangat kering. Jalannya naik ke atas terus. Akhirnya tepat didepan, kulihat pasar. Menurut warga yang tadi memberiku informasi, jika sudah terlihat sebuah pasar makan belok ke kanan dari pertigaan itu mbk. Langsung saja aku ambil jalan ke kanan. Dan betapa bahagianya aku saat melihat sebuah papan bertuliskan "Wisata Air Terjun Madakaripura ". Hmmm....akhirnya sampai juga ke tempat wisata itu. Tak beberapa lama setelah aku mengucapkan kata itu, aku berpikir lagi, ternyata masih lumayan lagi. Sekitar 10menit akhirnya aku melihat pos penjaga wisata. Kalo gak salah inget, tiket masuk nya itu Rp.10.000/orang, untuk kendaraan Rp.5000/motor. Setelah memarkirkan motor, beberapa orang menawarkan diri sebagai tour guide. Sebenernya sih saya gak perlu itu. Tapi mau gimana lagi, kegiatan itu dijadikan sebagai pekerjaan warga sekitar objek wisata tersebut. Walaupun sedikit curiga, tapi akhirnya aku mengiyakan tour guide. Apalagi kali ini saya tidak ingin gagal lagi berwisata ke air terjun...(curhat dikit..)

Akhirnya dengan ditemani tour guide, kami berjalan kaki menuju ke air terjun Madakaripura. Jalan menuju tempat itu memang lumayan jauh. Tapi tidak terlalu terjal, karena sudah dibangun jalan setapak. Walaupun ada beberapa jalan yang rusak karena reruntuhan longsor akhiranya menyebrangi sungai (kayak ninja hottari...).Tak sedikit juga aku berhenti untuk sekedar mengabadikan suasana sekitar. Sungguh sangat asri disana..dan udaranya juga sejukk..sepii...

Setelah berjalan kurang lebih 20-30menit melewati jalan setapak, sungai kecil, arus sungai yang dingin, akhirnya puncak air terjun Madakaripura sudah terlihat. Dengan tidak sabar, aku berjalan menuju puncak. Subhanallah, air terjun nya sangat indah..Gak rugi perjuanganku..Aku puaskan untuk bermain air dan berpoto-poto..(Hato-hati dengan kamera yang anda gunakan.hehehe).




Setelah puas, menikmati keindahan air terjun, akupun sesegera turun menuju tempat parkir. Saat turun, ku lihat beberapa warung yang menjajakan gorengan, air minum dan mi instan. Karena perutku yang lapar, akhirnya aku putuskan untuk mencicipi dagangan ibu tersebut. Hmmm...sangat lezat walaupun hanya tahu goreng, tapi karena makannya yang gak lazim alias deket sama air terjun maka lebih terlihat nikmat (hahahah...). Karena terlalu menikmati suguhan jajan, gak terasa kedua lengan ku gatal-gatal. Ternyata aku alergi dingin. Padahal dulu-dulu gak pernah kayak gini..Haduuhhh jadi bingung mau gimana. Mau beli obat gak mungkin, keburu gatal semua ni badan. Mau lepas baju juga gak mungkin. Hahaha..jangan khawatir, ternyata ibu-ibu yang berjualan di sekitar air terjun sudah mengerti tentang terapi alergi dingin. Yaitu dengan membilias air hangat pada daerah yang gatal. tak lama kemudian, gatal pun tak terasa. Waww sungguh mujarab obatnyaa.. (Alay nya kumat..)

Perut kenyang, perjalan menuju k parkiran pun dapat dilanjutkan. Melewati rute perjalanan yang sama saat kami berangkat menuju ke air terjun. Sebelum sampai ke parkiran, kami pun menyelesaikan administrasi perjalanan kami, yaitu upah guide yang sudah menemani kami.Alhasil, Rp25.000 menjadi milik bapak guide kami. Sebelum uang itu jatuh ke tangan bapak guide, ada sedikit nego dari kami. Karena bapak tersebut meminta imbalan seharga Rp 50.000. Harga tersebut bagi kami sangat mahal, mengingat kami hanya berdua dan masih mahasiswa.hehehe...

Tidak sampai disitu saja, saat di parkiran kami pun dikagetkan dengan tarif cuci kendaraan seharga Rp 5.000. Padahal dari awal tadi kami tidak meminta jasa tersbut. Haduhhh..Jadi jika total keseluruhan pengeluaran dari masuk objek wisata sampai keluar sekitar Rp. 65.000. Hmmmm....harga yang lumayan mahal tapi sangat imbang dengan suasana air terjun yang sangat indah..

Mungkin ada beberapa evaluasi yang sedikit kami pikirkan, yaitu tentang jasa-jasa yang dilakukan warga sekitar di objek wisata tersebut. Kalaupun hal tersebut dijadikan mata pencaharian seharusnya ada legalitas dari pemerintahan setempat. Seperti baju seragam dan loket tiket masuk yang jelas tentang harga tiket dsb..
Semoga tulisan ini dapat dijadikan salah satu reverensi untuk anda yang ingin bepergian ke "Air Terjun Madakaripura"